Sabtu, 21 Oktober 2017

Kesadaran Melalui Sebuah Karya Komunitas Daerah

Setelah membaca tulisan " Film dan Ikhtiar Kesadaran Kolektif " karya Setia Naka Andrian, saya sangat senang. Karena tulisan ini menginspirasi kaum muda di luar sana supaya tetap semangat dalam berkreatifitas dan berinovasi. Walaupun banyak sekali permasalahan yang terjadi dalam proses tersebut. Bukan hanya anak muda yang tergabung di komunitas kesenian melainkan diberbagai bidang lainnya. Seperti yang diceritakan sang penulis, bagaimana Komunitas Rumah Kreatif Film Kendal  (RKFK) menggelar pemutaran film perdananya yang hanya menyiapkan peralatan seadanya. Tapi itu tidak menyurutkan semangat mereka dalam berkarya dan mengajak masyarakat lebih kreatif dan aktif untuk melestarikan budaya dan peduli terhadap lingkungan masyarakat.
Patut diberi apresiasi yang tinggi untuk komunitas RKFK, karena mereka menghadirkan sebuah kisah novel yang dijadikan film, melalui audio visual. Salah satunya film yang bercerita tentang permasalahan Tenaga Kerja Wanita (TKW) di masyarakat Kendal. Menurut saya, yang dilakukan Komunitas RKFK sudah benar. Dengan film itu akan menyadarkan atau menjadi teguran buat warga yang bekerja di luar negri atau sana saudaranya yang menjadi TKW. Mengenai salah satu pihak yang mungkin sakit hati, itu tidak perlu dipikirkan. Menjadi TKW bukanlah satu-satunya cara supaya bisa hidup berkecukupan. Banyak sekali lapangan pekerjaan yang tersebar di Indonesia. Masih banyak usaha yang dapat dilakukan di negeri tercinta ini. Tanah masih subur, lahan kosong yang masih ada. Kita masih bisa menjadi orang maju di negeri sendiri.
Seperti kisah di film yang dibuat sineas muda yang bernama Mustofa, yang mengisahkan sebuah keluarga petani miskin. Mereka adalah Reksa anak dari pasangan suami istri bernama Sukri dan Sum. Awalnya Reksa tidak ingin Sum bekerja di luar negeri. Begitu pula Sum Ibu Reksa. Tetapi, Sukri memaksa dan bersikeras agar Sum berangkat ke Malaysia. Dia ingin seperti tetangganya yang membeli motor hasil kerja sang istri. Sepeninggal Ibunya menjadi TKW, Reksa menjalani kehidupan dengan mandiri. Mencuci pakaiannya sendiri, yang suatu ketika baju seragamnya tak kering.

Dari cerita tersebut kita bisa mengambil pesan maupun pelajaran. Bahwa bekerja di luar negeri bukan jaminan hidup berkecukupan. Bahkan mengakibatkan anak kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua secara utuh. Semoga film ini bisa memberikan pelajaran buat seluruh masyarakat, bahwa kebahagiaan tidak bergantung dengan seberapa banyak kita selalu berada di dekat keluarga dimanapun itu. Tidak peduli panas hujan dan semoga masyarakat bisa memanfaatkan lingkungan. Untuk apa pergi jauh ke negeri tetangga kalau di negeri sendiri banyak kearifan lokal yang bisa dimanfaatkan.